Fish Amino Acid (FAA): Asam Amino dari Olahan Limbah Ikan Menjadi Pupuk
Definisi Fish Animo Acid (FAA)
Fish Amino Acid adalah salah satu pupuk organik cair yang berasal dari pemprosesan fermentasi limbah ikan secara anaerob. Penggunaan limbah ikan karena pada umumnya ikan memiliki banyak kandungan unsur hara yaitu nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) yang merupakan komponen utama makronutrien bagi tanaman. Asam amino ikan ini efektif untuk pertumbuhan pembungaan dan pembuahan karena kaya akan asam amino dan nutrisi yang terkandungnya. Emulsi ikan dalam bentuk asam amino ini telah didokumentasikan dapat meningkatkan pertumbuhan bubut, pembuahan dan membantu mikroba tanah dalam menyuburkan tanah dan menjaga kesehatan tanah. Berikut adalah karakteristik dari Fish Amino Acid (FAA) atau asam amino ikan:
Tabel 1. Karakteristik Fish Amino Acid (FAA)
| Kategori | Karakteristik |
| Warna | Cokelat tua |
| Aroma | Manis dan sedikit amis |
| Kelarutan | 100% larut dalam air |
| Bentuk | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan pada suhu ruang |
| Penggunaan | POC (Pupuk Organik Cair) |
Pembuatan Fish Amino Acid (FAA)
Proses pembuatan asam amino ikan ini menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan berasal dari limbah dapur yaitu produk sampingan dari ikan (limbah ikan) seperti tulang, kepala, kulit, sirip, jeroan dan bagian lain yang tidak dimanfaatkan.
Persiapan Alat dan Bahan:
- Limbah ikan
- Gula merah/molase/ produk lainnya yang belum melalui proses pemurnian seperti gula putih
- Pepaya matang sempurna
- IMO atau leaf mold (humus/serasah)
- Wadah kedap udara
- Timbangan
- Kain saring
- Botol/ wadah penyimpanan FAA
Tahapan Pembuatan:
- Timbang bahan limbah ikan, gula merah dan pepaya dengan rasio 1:1:1
- Susun bahan secara merata pada wadah dengan urutan gula merah, ikan, gula merah, pepaya.
- Lanjutkan lapisan secara bergantian dan diakhiri dengan lapisan gula merah. Jangan biarkan ada limbah ikan yang terpapar.
- Tambahkan segenggam IMO atau leaf mold pada bagian atasnya
- Sisakan 1/3 bagian wadah untuk proses fermentasi dan mengurangi resiko ledakan
- Simpan pada suhu ruangan (21-27°C), jangan terkena cahaya matahari langsung dan aman dari gangguan hewan.
- Setelah 3-5 hari, limbah ikan akan terurai dan mencair melalui proses fermentasi dan tekanan osmosis dari penambahan gula merah. Proses kematangan FAA membutuhkan waktu 2-6 bulan.
- Saring cairan FAA dengan kain penyaring dan pisahkan dari padatannya. Hasil filtrasi padatannya dapat digunakan untuk membuat IMO atau dijadikan kompos.
- Simpan dalam botol dan siap digunakan.
Kandungan Fish Amino Acid
Tabel 2. Kandungan FAA dan Asam Amino
| Spesifikasi FAA | Profil Asam Amino |
| Parameter | Persentase (%) / ppm | Parameter | Persentase (%) |
| Protein | 40% | Lisin | 3.45 |
| Nitrogen (N) | 6.50% | Metionin (N) | 0.72 |
| Fosfor (P) | 1% | Histidin | 1.79 |
| Kalium (K) | 1.50% | Valin | 2.83 |
| pH | 6.5 | Isoleusin | 1.12 |
| Total Karbon Organik | 25% | Treonin | 1.3 |
| Rasio C:N | 4:1 | Triptofan | 0.25 |
| Belerang (S) | 0.80% | Arginin | 1.57 |
| Natrium (Na) | 1.00% | Leusin | 1.46 |
| Kalsium (Ca) | 15 ppm | Fenilalanin | 1.01 |
| Magnesium (Mg) | 15 ppm | Tirosin | 0.48 |
| Besi (Fe) | 5 ppm | Sistin | 3.17 |
| Mangan (Mn) | 5 ppm | Asam aspartat | 1.2 |
| Seng (Zn) | 17 ppm | Serin | 7.25 |
| Tembaga (Cu) | 5 ppm | Asam glutamat | 7.25 |
| Boron (Br) | 7 ppm | Prolin | 2.82 |
| Molibdenum (Mo) | 0.5 ppm | Glisin | 5.09 |
| | Alanine | 3.11 |
| | Hidroksiprolin | 1.18 |
Penggunaan dan Manfaat Asam Amino Ikan/ Fish Amino Acid (FAA)
Tabel 3. Takaran dalam peralatan yang ada di dapur
Volume Air | Jumlah FAA | | |
| Pengukuran dari peralatan dapur | fl oz | ml |
| 1/2 galon | 1/3 sendok teh (sdt) | 0.06 | 2 |
| 1 galon | 3/4 sendok teh (sdt) | 0.13 | 4 |
| 5 galon | 1 1/4 sendok makan (sdm) | 0.64 | 19 |
| 10 galon | 2 1/2 sendok makan (sdm) | 1.28 | 38 |
| 25 galon | kurang lebih 1/2 cangkir | 3.2 | 95 |
| 50 galon | kurang lebih 3/4 cangkir | 6.4 | 189 |
Penggunaan FAA yang optimal dapat menggunakan perbandingan 1:1000 atau setiap 1ml FAA dicampurkan dengan air 1L. Penggunaan yang berlebihan dapat mengakibatkan toksisitas pada tanaman, sehingga perlu diperhatikan dalam pencairannya. Hindari pengaplikasian saat sinar matahari bersinar dalam waktu yang lama untuk mencegah pembakaran pada daun dan penguapan lauran sebelum tanaman dapat menyerapnya.
Cara Pengaplikasian ke Tanaman
Aplikasi melalui Penyemprotan Daun
Pupuk FAA cocok digunakan sebagai aplikasi daun untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dari tahap awal hingga akhir kematangan. Unsur hara mikro, mineral dan senyawa organik kompleks diserap permukaan daun dan dengan cepat ditranslokasikan ke akar. Peningkatan kadar brix (gula/mineral) dalam waktu 20 menit, meninggalkan residu dipermukaan daun yang membantu menerakan serangan hama dan jamur dengan mendorong bakteri jamur dan mengurangi tingkat kesukaan daun bagi serangga karena kebanyakan hama tidak menyukai tanaman dengan kadar brix yang lebih tinggi.
Aplikasi melalui Tanah
Pupuk FAA dapat digunakan dengan penyiraman ke tanah untuk mendorong aktivitas mikroba dan cacing tanah yang relatif lebih cepat. Setelah pengaplikasian, gula yang tersimpan dilepaskan dari akar sebagai energi untuk pertumbuhan dan produksi buah/umbi. Rambut akar mengeluarkan gula dan ini merangsang aktivitas mikroba disekitarnya. Perkembangbiakan mikroba yang baik dapat melepaskan nutrisi yang tersimpan di tanah dan menyebabkan tanah menjadi lebih subur.
Manfaat FAA pada Tanaman
- Meningkatkan Euphoria Tanah (Kesejahteraan Tanah)
- Kesejahteraan tanah meningkat dapat menghasilkan hasil panen yang tinggi dan pertumbuhan tanaman yang efisien
- Menyediakan makronutrien dan mikronutrien bagi tanaman
- Melindungi tanaman dari berbagai penyakit
- Mengimunisasi tanaman terhadap berbagai patogen
- Penguatan kesuburan yanah dengan pertanian ramah lingkungan
Reference:
Ajmal, Siddique S., N. Indianraj, J. Reshma & N. Harsih. (2023). Fish Amino Acid - A Review. International journal of Advanced Research in Sciences, Communication and Technology (IJARSCT). Vol. 3, No. 1. DOI: 10.48175/568
Eric Weinert, Jr. Sherri A. Miller., David M. Ikeda, Kim. C. S. Chang, Joshep M., McGinn & Michael W. DuPonte. (2014). Natural Farming: Fish Amino Acid. Sustainable Agriculture. University of Hawai'i at Manoa.
Saputra, Riza Adrianoor., Sari, N. N. & Norsaleha, Ririn. (2022). Nutrient Uptake and Yield of Paddy Cultivated Under Intensification with Fish Amino Acid ad Liquid Organic Fertilizer. International Journal of Biosciences. Vol. 20, No. 4: 85-96
Komentar