Fermented Plant Juice (FPJ): Pupuk Organik Cair, Biofertilizer Berkelanjutan
Definisi Fermented Plant Juice (FPJ)
Fermented Plant Juice (FPJ) adalah cairan fermentasi dari tunas aksila, buah-buahan yang masih muda, tanaman yang cepat tumbuh, daun muda dari tanaman dan rerumputan.Penggunaan FPJ digunakan untuk mengurangi ketergantunagn pada pupuk kimia yang dapat membantu keberlanjutan kesehatan tanah, keanekaragaman hayati, stabilitas lingkungan dan memenuhi kebutuhan pangan dengan kualitas tanaman yang sehat dan berkelanjutan.
Cara Pembuatan Fermented Plant Juice
Kriteria Bahan Baku Pembuatan Fermented Plant Juice (FPJ)
Berikut cara memilih bahan baku FPJ yang sesuai dengan kriteria standar pembuatan FPJ:
- Muda dan segar, ujung tumbuhan dari spesies tanaman yang tumbuh cepat, bunga, kuncup bunga, dan buah-buahan yang belum matang
- Tanaman tumbuh dengan subur, tumbuh cepat dan sehat serta Bebas dari hama, patogen dan OPT lainnya
- Banyak ditemukan disekitar lahan
- Bebas dari kontaminasi bahan kimia
- Bagian tanaman harus dipanen saat tanaman dalam mode respirasi (sebelum matahari terbit) dan bukan dalam mode fotosintetik (saat siang hari), karena belum terjadi proses perubahan zat dalam tanaman.
- Hindari mengumpulkan tanaman selama atau setelah hujan (ideal 2 hari cerah) dan jangan dibilas bagian tanaman yang dikumpulkan, karena untuk menjaga populasi mikroba (bakteri penghasil asam laktat dan ragi) yang digunakan untuk proses fermentasi. Tingkat mikroba yang sedikit mengakibatkan fermentasi lama dan hasil sari tenaman yang rendah.
Rekomendasi Tanaman
Note: jangan menggunakan tanaman beracun
Bahan-Bahan Pembuatan FPJ
- tumbuhan lokal yang tumbuh cepat seperti kangkung, kacang-kacangan dan rerumputan
- rebung bambu, tunas asparagus, atau bagian tanaman yang tumbuh aktif dan buah-buahan muda seperti mentimun, labu, melon, semangka, pare dan labu-labuan lainnya.
- Spesies gulma (daun muda, pohon), batang pisang dan daun muda dan buah-buah dari tanaman yang toleran terhadap stres
- Gula mentah atau molase
Langkah Pembuatan
Langkah 1. Kumpulkan bahan tanaman
Kumpulkan ujung-ujung tanaman yang tumbuh cepat (2-3 inchi atau 5-8 cm), untuk tanaman dengan sulur yang lebih panjang seperti ubi jalar, potongan yang lebih panjang dapat dikumpulkan.
Langkah 2. Potong bahan menjadi pototongan kecil
Potong menjadi bagian yang lebih kecil 2-3 inch dan jangan mencuci bahan.
Langkah 3. Tambahkan gula merah mentah
Masukkan 3kg bahan tanaman dan 1 kg gula mentah atau molase, campurkan dengan tangan dan pastikan semuanya tercampur dengan gula sehingga sarinya mudah diekstrak. Ada referensi lain dengan menggunakan perbandingan yang sama antara bahan dan gula merah yang dimasukkan 1:1. Penggunaan gula digunakan untuk mempercepat proses osmosis dan mengeluarkan jus atau ekstrak tanaman.
Langkah 4. Campurkan dan kemas dalam drum atau wadah penyimpanan
Masukkan kedalam karung jaring atau kain dan ikat dengan batu, letakkan campuran kedalam wadah dan fungsi dari batu adalah sebagai pemberat supaya bahan nantinya bisa terendam. tutup wadah dengan kertas atau kain dan kencangkan dengan tali atau karet supaya udara dapat masuk kedalam dan gas yang dihasilkan selama proses fermentasi dapat keluar. Pada penutupnya tuliskan tanggal pembuatan dan perkiraan panen.
Langkah 5. Periksa drum setelah 24 jam dan sesuaikan volume jika diperlukan
Supaya fermentasi berjalan check volume campuran bahan tanaman dan guka merah harus mengendap hingga 2/3 wadah setelah 24 jam. Jika wadah terlalu penuh mikroba tidak cukup udara sehingga perlu dikeluarkan sebagian bahan hingga volume tidak lebih dari 2/3 drum. Jika kurang dari 2/3 maka tambahkan campuran untuk mencegah pertumbuhan jamur.
Langkah 6. Penyimpanan ramuan FPJ
Simpan ditempat yang kering dan teduh dengan suhu 20-25°C . Pastikan terhindar dari gangguan hewan dan sinar matahari secara langsung. Simpan dalam 7 hari, warna carian akan berubah dari hijau-kuning -cokelat dan akan berbau manis dan alkhohol
Langkah 7. Panen
angkat saringan dan secara otomatis cairan akan terpisah dengan ekstrak bahan. Residu yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai IMO atau bisa langsung diaplikasikan sebagai tumpukan kompos untuk mendokomposisi atau sumber bahan organik pada tanah. cairan akan lebih efektif jika disimpan lagi selama 7 hari. Untuk penyimpanan jangka panjang dapat ditambahkan gula dengan berat yang sama (FPJ) untuk mencegah menjami masam.
Ada penelitian lain yang menyarankan fermentasi dilakukan selama 10-15 hari untuk menyeimbangkan antara mengekstrak nutrisi dan menjaga kesehatan atau kesiapan mikroba dengan 15 hari menjadi yang terbaik untuk FPJ yang kaya nitrogen.
Kegunaan dan Manfaat Fermented Plant Juice (FPJ)
- Fase perkecambahan biji, Rendam biji dalam laruatan 0,2% selama 4-5 jam untuk membantu mempercepat proses perkecambahan dan fase permulaan untuk bibit yang berkecambah
- Fase vigor tanaman, campurkan 1 sdt/L dan semprotkan pada daun atau bisa diaplikasikan langsung ketanah dan sebelum pengaplikasian disiram terlebih dahulu untuk menghindari luka bakar pada akar tanaman.
- Bagi hewan ternah untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi dengan dosis 1 sdt/L air.
- Semprotkan ke kotoran hewan untuk mempercepat dekomposisi.
- FPJ dari dropwort, mugwort atau rebung bambu diaplikasikan mulai dari perkecambahan hingga tahap awal pertumbuhan tanaman
- FPJ dari garut atau rebung bambu diaplikasikan pada tanaman vegetatif (berdaun) yang membutuhkan nitrogen (N)
- FPJ dari buah yang belum matang diaplikasikan pada tanaman yang baru mulai mengembangkan tunas bunga dan membutuhkan fosfor (P)
- Setelah tanaman mencapai fase reproduktif (berbunga dan berbuah), tanaman membutuhkan banyak kalsium (Ca). FPJ yang dibuat dari tanaman kaya kalsium atau FPJ yang telah disimpan selama lebih dari setahun diaplikasikan pada tahap generatif.
Manfaat FPJ
Berikut adalah pemanfaatan dari cairan FPJ:
- Merangsang percepatan tumbuhan mulai dari fase perkecambahan, vegetatif dan generatif.
- Mempercepat aktivasi mikoroorganisme tanah yang dapat menghasilkan nutrisi bagi tanaman.
- Memperbaiki kesuburan tanah.
- Meningkatkan aktivasi mikroba di saluran pencernaan ternah (pencernaan gastro-intesinal) yang dapay menghasilkan penyerapan nutrisi dengan lebih baik.
- Mempercepat proses dekomposisi pada kotoran hewan
Reference:
Miller, Sherri A., Ikeda, David M., Jr. Weinert, Eric, Chang, Kim C. S., McGinn, Joseph M., Keliihoomalu, Cheyanne. & Duponte, Michael W. (2013). Natural Farming: Fermented Plant Juice. College of Tropical Agriculture and Human Resources: University of Hawai'i at Manoa.
Rahman, Noor Zubaidah Abdul & Ahmad, Normala. (2025). Fermented Plant Juice: An Eco-Friendly Approach to Crop Nutrition. Sarjana International Journal of Sustainable Food and Agriculture. Vol. 1, No.1:1-7. https://doi.org/10.37934/sijsfa.1.1.17
Saliat, Asterio P., Esquejo, Evelyn & Maningding, Alberto B. (2011). Fermented Plant Juice. Organic Fertilizer for Sustainable Agriculture. Quenzon City: Agricultural Training Institute.
.png)
Komentar