PENGEMBANGAN NITROBACTER: KUNCI KESUBURAN TANAH DAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

PENGEMBANGAN NITROBACTER: KUNCI KESUBURAN TANAH DAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

Dunia pertanian modern yang mulai beralih kembali ke sistem organik dan berkelanjutan, nama Nitrobacter menjadi semakin populer. Namun, apa sebenarnya nitrobacter itu, dan mengapa mikroorganisme kecil memegang kunci keberhasilan panen Anda? Artikel ini akan mengupas tuntas peran Nitrobacter dalam siklus nitrogen tanah, cara membiakkannya secara mandiri, hingga strategi aplikasinya di lahan pertanian.

Apa itu Nitrobacter?

Nitrobacter adalah jenis bakteri tanah yang memiliki peran sangat krusial dalam ekosistem lahan. Bakteri ini termasuk kedalam bakteri nitrifikasi yang bekerja secara aerobik (membutuhkan oksigen). Peran utamanya adalah sebagai "pengolah lanjut" dalam siklus nutrisi tanah, di mana ia bertugas mengubah nitrit (NO2-) menjadi Nitrat (NO3-).

Nitrat adalah bentuk nitrogen yang paling mudah diserap oleh akar tanaman. Tanpa kehadiran Nitrobacter yang cukup, tumpukan nitrit di dalam tanah bisa menjadi racun bagi tanaman. Oleh karena itu, memastikan populasi bakteri ini melimpah di dalam tanah adalah langkah awal menuju kemandirian pupuk dan kesuburan lahan yang optimal.

Memahami Siklus Nitrifikasi di dalam Tanah

Sumber: Materi Pembelajaran BAPELTAN, 2026

Langkah Perkembangbiakan Nitrobacter

Perkembangbiakan Nitrobacter secara mandiri di rumah atau di kebun, terdapat bahan dan alat yang perlu di siapkan. Berikut adalah komposisi yang disarankan berdasarkan sumber yang kita miliki:

Bahan-Bahan:

1. Sumber Nitrogen (Urea 3 Kg atau Urine Kambing/ Sapi 15 L) 

Terdapat pilihan untuk sumber makanan bagi nitrobacter, pilih salah satu dari bahan yang tersedia disekitaran Anda:

a. Urine: Gunakan 15 Liter, kualitas urine yang disarankan adalah urine kambing atau urine sapi.

b. Urea: 

- Urea Non-subsidi komposisinya 3 kg, atau 

- Urea subsidi dengan catatan takaran harus ditingkatkan menjadi dua kali lipat (6 kg) agar kandungan mineralnya setara dan larutkan terlebih dahulu, kemudian difilter atau saring 3 kali sebelum dilakukan pencampuran dengan bahan lainnya untuk mengurangi residu didalamnya.

2. Garam Grosok 3Kg

Gunakan garam asli yang belum melalui proses pemurnian, jangan menggunakan garam dapur. Fungsinya menyediakan ion-ion mineral (seperti natrium klorida), membantu mentabilkan tekanan osmotik dalam media pertumbuhan Nitrobacter.

3. Tetes Tebu/ Molase 250 ml

Sumber karbon organik yang mudah diakses oleh nitrobacter.

4. Air 150 - 200 ml

Syarat air yang digunakan mengandung mineral yang sedikit, bisa menggunakan salah satu sumber air berikut:

- Air sumur yang diendapkan 24 jam dan jangan mengambil bagian air sampai dasarnya,

- Air lunak/ Air Baku

- Air hujan (langsung dari langit tanpa adanya perantara atau teduhan yang menghalangi air.

- Air sulingan dari AC

5. Biang/ Indukan Nitrobacter 5L

Alat:

1. Drum 150 - 200 Liter

2. Ember

3. Gayung

4. Pengaduk

Catatan: alat yang tidak diperbolehkan adalah yang terbuat dari bahan besi (korositas/ mudah berkarat)

Langkah Pembuatan Pengembangan Nitrobacter

Langkah 1.

Larutkan 3 bahan (urea/urine + garam grosok + molase) ke dalam drum dan larutkan dengan air sampai batas maksimal 10 -15 cm dari batas bibir drum, dengan pengadukan berlawanan arah jarum jam.

Langkah 2.

Lakukan filtrasi atau penyaringan 3 kali dan diamkan larutan sampai tidak bergelombang.

Langkah 3.

Masukkan biang nitrobacteri dan aduk perlahan searah jarum jam, aduk hingga semua bahan tercampur homogen dan membantu distribusi oksigen.

Langkah 4. 

Tutup drum dan lubangi 2 lubang, dimana 1 lubang untuk selang masuknya aerator dan lubang untuk selang airlock. Perkembangbiakan ini menggunakan fermentasi aerob tetapi tetap tertutup.

Langkah 5. 

Diamkan 5 -7 hari, jika tidak menggunakan aerator maka harus diaduk 4 hari sekali, dan simpan pada tempat yang teduh, terhindar langsung dari pancaran sinar matahari.

Catatan: Jika ingin mengembangbiakan ambil lagi atau sisakan 15 Liter dan ulangi cara sebelumnya.

Reference:

BAPELTAN. 2026. Pelatihan Agribisnis Petani Milenial. Bapeltan Suropadan Temanggung.

Komentar