PRODUK TURUNAN NITROBACTER: ZPT (ZAT PENGATUR TUMBUH) & PESTISIDA NABATI

 PRODUK TURUNAN NITROBACTER: ZPT (ZAT PENGATUR TUMBUH) & PESTISIDA NABATI

Cairan aktif Nitrobacter dapat bertindak sebagai super-carrier (media pembawa superior) dan sinergis biologis yang luar biasa jika dikombinasikan dengan biomaterial organik eksternal. Sifat medium nitrobacter yang kaya akan enzim menjadi monomer-monomer yang bio-available bagi tanaman. Terdapat tiga produk turunan Nitrobacter yang dikembangkan oleh Bapeltan Jawa Tengah yaitu ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) dan pestisida nabati.

ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)

Produk turunan pertama dalam pemulihan masa vegetatif tanaman yaitu  ZPT berbasis nitrobacter. ZPT alami yang dihasilkan melalui metode fermentasi anaerob tidak hanya berfungsi sebagai bio stimulan hormonal, melainkan sebagai pengemban peran ganda sebagai bioaktivator pupuk hayati cair yang kaya akan keberagaman mikroba.

Pembuatan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)

Bahan-Bahan Pembuatan ZPT

1. Buah Sukun atau Nanas Muda/Tua 5 Kg
Kandungan dari buah sukun dan nanas kaya akan oligosakarida, fruktosa dan glukosa rantai sedang serta enzim  protease spesifik (seperti bromelin pada nanas), berperan sebagai sumber karbohidrat dan karbon organik siap pakai ( C-source) yang menjadi supply energi utama bagi mikroorganisme untuk bertumbuh, membelah diri, dan beraktivitas dalam drum fermentasi. Mikroorganisme membutuhkan energi ATP yang masif untuk memproses nitrogen dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat diserap langsung oleh tanaman.

2. Bawang Merah 2 Kg
Sebagai sumber bio-hormon alami, dimana didalam jaringan parenkimnya terkandung senyawa fitohotmon endogen tingkat tinggi, meliputi golongan Auksin (asam indol-a-asetat/IAA), Sitokinin (zeatin dan kinetin) serta Giberelin(GA3). Kandungan bioaktif dalam bawang merah dapat bertindak sebagai stimulus alami yang mendorong pertumbuhan mikroba pengurai dan bakteri fiksasi nitrogen. Selain itu sebagai sumber dari hormon penumbuh sel tanaman.

3. Asam Amino 1 Liter
Mendukung sintesis protein pada mikroorganisme. Protein ini penting dalam oertumbuhan dan fungsi fiksasi dari bakteri fiksasi nitrogen. Penambahan asam amino murni cair secara langsung memotong jalur biosintesis protein dalam sel mikroorganisme. Alih-alih menghabiskean energi metabolik yang besar untuk menyusun asam amino dari gugus amonium nitrat, nitrobacter dan konsorsiumnya dapat langsung menyerap monomer asam amino ini untuk sintesis enzim dan protein, sehingga proses fermentasi berlangsung cepat dan efisien.

4. Asam Humat (atau dari Power Soil Hasil Arang Enceng Gondok) 1 Kg
Bahan ini berfungsi meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah meliputi fosfor, kalium dan micronutrient penting lainnya.

5. Biofosfat 1 Kg
Bahan ini merupakan inokulan mikroba pelarut fosfat yang beroeran aktif dalam mebingkatkan pertumbuhan akar, mencegah ikatan fosfat yang terkunci didalam tanah, memperbaiki struktur agregat tanah dan mendukung keberagaman mikroba tanah yang sehat.

6. Silica Carbon (atau dari Jerami Bakar & Batok Kelapa) 1 Kg
Jerami bakar (kaya akan silika amorf) dan arang batok kelapa (kaya akan karbon aktif berpori mikro) menyediakan matrik padat berpori yang ideal. Secara fisik, silika karbon bertindak menyediakan sumber karbon yang sibutuhkan oleh mikroorganisme sekaligus bertindak sebagai tempat tinggal makronoloni bakteri (bio-matrix).

7. Air Kelapa Muda 3 Liter
Air kelapa muda kaya akan mineral makro-mikro nutrient ( K, Mg, Ca), vitamin, asam amino serta fitohormon golongan sitokinin jenis zeatin. Air kelapa bertindak sebagai mendia nutrisi cair premium yang memicu perbanyakan sel balteri secara eksponensial dalam fase lag awal fermentasi.

8. Beras 1/2 Kg
Bertindak sebagai slow-release carbohydrate source yang melepaskan pati secara bertahap seiring berjalannya waktu, menjamin ketersediaan energi bagi mikroba dalam jangka waktu yang lebih lama.

Gambar 1. Proses Pembuatan ZPT dari Nitrobacter

Langkah Pembuatan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)

Tahap 1. Penghancuran Bahan Baku Padat
Haluskan buah sukun dan/atau nanas dengan bawang merah menggunakan blender atau alat penumbuk manual, tambahkan cairan nitrobacter dan jangan menggunakan air atau cairan lain karena kandungannya yang kaya akan enzim aktif dan viabilitas selulernya akan hilang atau rusak akibat kontaminasi material luar (seperti kaporit atau patogen air).

Tahap 2. Pencampuran Semua Bahan Cair dan Padat
Masukkan semua bahan biologis dan mineral yang telah disiapkan ke dalam drum ukuran 100-150 L.

Tahap 3. Inokulasi Nitrobakter
Tambahkan kultur cairan nitrobakter sebanyak 100 - 150 liter ke dalam drum.

Tahap 4. Fase Inkubasi
Tutup wadah menggunakan kain karena nitrobakteri merupakan bakteri aerob, jangan ditutup rapat yang berisiko memicu kondisi anoksik (kebisuan oksigen ekstrem) yang dapat menurunkan viabilitas bakteri nitrobacter dan biarkan proses metabolisme akselerasi berjalan selama 1 x 24 jam, dan ZPT sudah dapat diaplikasikan. Hindarkan dari pancaran sinar matahari langsung

Pengaplikasian ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)

Penggunaan ZPT dilahan diatur dengan interval berkala dengan dosis tertentu:

  • Dosis dan pelarutan: 50 ml cairan ZPT murni dilarutkan ke dalam 10 liter air baku.
  • Metode eksekusi lahan: diaplikasikan dengan cara dikocorkan pada daerah perakaran tanaman.
  • Interval waktu: diaplikasikan secara rutin dengan interval 3 minggu sekali.

Pestisida Nabati Mix Jadam Sulfur

Pestisida nabati merupakan jenis pestisida pengendali hama tanaman dengan bahan aktif yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang diperoleh dengan cara pengekstrakan pada bagian tertentu. Prinsip kerja estisida nabati yaitu menghambat, merusan dan menolak, bertumpu pada multi-target yaitu menghambat nafsu makan (antifeedant), merusak sistem pencernaan, serta mengganggu sistem saraf pusat hama. Ketika diekstraksi menggunakan cairan metabolit aktif bakteri nitrobacter, kelemahan efikasi lambat pestisida organik dapat dieliminasi secara signifikan karena bakteri bertindak sebagai agen pembawa yang melisiskan dinding sel bahan navati secara optimal.

Pembuatan Pestisida Nabati

Bahan-Bahan Pembuatan Pestisida Nabati

1. Serbuk Daun Mimba 1 Kg

Daun mimba mengandung senyawa triterpenoid kompleks golongan limonoid bernama Azadirachtin, Mampu menghambat pertumbuhan larva, menggagalkan proses pergantian kulit (ecdysis), dan mengacaukan sistem reproduksi serangga (hama).

2. Jahe, Kencur, Kunyit, Laos, Bangle 1 Ons/Rimpang

Selain rimpang ini dapat ditambahkan jenis rimpang lainnya seperti temulawak, dlingo, temu giring, temu ireng. Kombinasi lima rimpang memproduksi minyak atsiri, gingerol, dan kurkumin yang berkerja secara kontak sebagai racun perut, merusak membran sel sistem pencernaan serangga, serta bertindak sebagai repellent (penolak hama) berkat aromanya yang pekat.

3. Bawang Putih 1 Kg

Kaya akan senyawa belerang organik aktif yang bernama Alisin. Alisin bekerja sebagai antimiktoba, penolak serangga sistemik dan merusak organ kemosensori pada antena hama.

4. Belerang (Sulfur) 1 Kg

Agen antijamur kontak anorganik yang sangat kuat. Di dalam jaringan jamur, sulfur bertindak sebagai akseptor elektron palsu dalam rantai respirasi seluler, merusak sintesis ATP dan menyebabkan kemarian sel cendawan secara masif.

5. KOH (Kalium Hidroksida) 1 Kg

Kalium Hidroksida merupakan basa kuat yang bertindak sebagai agen pelebur termokimia (alkali fusion). KOH memecah makrostruktur belerang yang padat dan tidak larut air menjadi bentuk ionik polisulfida kalium yang sangat larut dalam air. Unsur kaliumnya sekaligus diserap tanaman untuk memperkuat dinding sel tanaman dari penetrasi fisik jamur.

6. Bahan-Bahan Opsional (Bisa Ditambahkan)

Bahan tambahan yang dapat ditambahkan harus memiliki zat aktif seperti sereh, tembakau, brotowali, gadung, dan minyak cengkeh. Masing-masing bahan jika ingin ditambahkan gramasinya sebesar 1 ons dan khusus untuk minyak cengkeh 500 ml dan tambahan baking soda 1 Kg sebagai emulsi pelarutan minyak cengkel ke dalam larutan.

7. Ciaran Kultur Nitrobacter 50 Liter

Bertindak sebagai pelarut organik biologis aktif untuk mengekstrak seluruh gugus metabolit sekunder di atas tanpa perlu pemanasan tinggi yang berisiko merusak struktur zat aktif alami (thermolabile).

Gambar 2. Proses Pembuatan Pestisida Nabati dari Nitrobacter

Langkah Pembuatan Pestisida Nabati

Tahap1. Penghancuran bahan padat

Haluskan semua bahan organik (rimpang, bawang, daun-daunan) secara mekanis dengan cara diblender atau ditumbuk kasar.

Tahap 2. Tahap Maserasi

Campurkan seluruh bahan yang telah dihaluskan secara merata dengan 50 liter cairan nitrobacter ke dalam wadah drum.

Tahap 3. Jika Ingin Menambahkan Jadam Sulfur sebagai Fungsisida

Larutkan serbuk sulfur dan KOH dalam wadah terpisah yang tahan panas dengan air baku 4 liter secara bertahap, aduk dengan cepat hingga warnanya berubah menjadi kuning dan tercampur dengan sempurna.

Tahap 4. Penambahan Cairan Jadam Sulfur

Campurkan larutan sulfur dan KOH yang sudah tercampur dengan sempurna pada drum larutan pestisida nabati.

Tahap 5. Fase Inkubasi

Tutup wadah menggunakan kain karena nitrobakteri merupakan bakteri aerob, jangan ditutup rapat yang berisiko memicu kondisi anoksik (kebisuan oksigen ekstrem) yang dapat menurunkan viabilitas bakteri nitrobacter dan biarkan difermentasi selama 1 x 24 jam, dan pestisida nabati sudah dapat diaplikasikan. Hindarkan dari pancaran sinar matahari langsung.

Pengaplikasian Pestisida Nabati

  • Metode Aplikasi: Spraying (penyemprotan kabut halus)
  • Dosis Tangki Semprot: Gunakan dosis 250 ml cairan pesnab murni untuk dilarutkan dalam 16 liter air ( kapasitas 1 tangki semprot standar).
  • Waktu Eksekusi: Penyemprotan pertama dimulai saat tanaman memasuki umur 10 HST (Hari Setekah Tanam) dan jika terdapat OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)
  • Rentang Waktu Berkala: Dilakukan secara berkala dengan rentang waktu 5 - 10 hari sekali, tergantung intensitas serangan hama di lapangan.

Reference:

BAPELTAN. 2026. Pelatihan Agribisnis Petani Milenial. Bapeltan Suropadan Temanggung.

Komentar