PRODUK TURUNAN NITROBACTER: ZPT (ZAT PENGATUR TUMBUH) & PESTISIDA NABATI
ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)
Pembuatan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)
Bahan-Bahan Pembuatan ZPT
Langkah Pembuatan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)
Pengaplikasian ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)
Penggunaan ZPT dilahan diatur dengan interval berkala dengan dosis tertentu:
- Dosis dan pelarutan: 50 ml cairan ZPT murni dilarutkan ke dalam 10 liter air baku.
- Metode eksekusi lahan: diaplikasikan dengan cara dikocorkan pada daerah perakaran tanaman.
- Interval waktu: diaplikasikan secara rutin dengan interval 3 minggu sekali.
Pestisida Nabati Mix Jadam Sulfur
Pestisida nabati merupakan jenis pestisida pengendali hama tanaman dengan bahan aktif yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang diperoleh dengan cara pengekstrakan pada bagian tertentu. Prinsip kerja estisida nabati yaitu menghambat, merusan dan menolak, bertumpu pada multi-target yaitu menghambat nafsu makan (antifeedant), merusak sistem pencernaan, serta mengganggu sistem saraf pusat hama. Ketika diekstraksi menggunakan cairan metabolit aktif bakteri nitrobacter, kelemahan efikasi lambat pestisida organik dapat dieliminasi secara signifikan karena bakteri bertindak sebagai agen pembawa yang melisiskan dinding sel bahan navati secara optimal.
Pembuatan Pestisida Nabati
Bahan-Bahan Pembuatan Pestisida Nabati
1. Serbuk Daun Mimba 1 Kg
Daun mimba mengandung senyawa triterpenoid kompleks golongan limonoid bernama Azadirachtin, Mampu menghambat pertumbuhan larva, menggagalkan proses pergantian kulit (ecdysis), dan mengacaukan sistem reproduksi serangga (hama).
2. Jahe, Kencur, Kunyit, Laos, Bangle 1 Ons/Rimpang
Selain rimpang ini dapat ditambahkan jenis rimpang lainnya seperti temulawak, dlingo, temu giring, temu ireng. Kombinasi lima rimpang memproduksi minyak atsiri, gingerol, dan kurkumin yang berkerja secara kontak sebagai racun perut, merusak membran sel sistem pencernaan serangga, serta bertindak sebagai repellent (penolak hama) berkat aromanya yang pekat.
3. Bawang Putih 1 Kg
Kaya akan senyawa belerang organik aktif yang bernama Alisin. Alisin bekerja sebagai antimiktoba, penolak serangga sistemik dan merusak organ kemosensori pada antena hama.
4. Belerang (Sulfur) 1 Kg
Agen antijamur kontak anorganik yang sangat kuat. Di dalam jaringan jamur, sulfur bertindak sebagai akseptor elektron palsu dalam rantai respirasi seluler, merusak sintesis ATP dan menyebabkan kemarian sel cendawan secara masif.
5. KOH (Kalium Hidroksida) 1 Kg
Kalium Hidroksida merupakan basa kuat yang bertindak sebagai agen pelebur termokimia (alkali fusion). KOH memecah makrostruktur belerang yang padat dan tidak larut air menjadi bentuk ionik polisulfida kalium yang sangat larut dalam air. Unsur kaliumnya sekaligus diserap tanaman untuk memperkuat dinding sel tanaman dari penetrasi fisik jamur.
6. Bahan-Bahan Opsional (Bisa Ditambahkan)
Bahan tambahan yang dapat ditambahkan harus memiliki zat aktif seperti sereh, tembakau, brotowali, gadung, dan minyak cengkeh. Masing-masing bahan jika ingin ditambahkan gramasinya sebesar 1 ons dan khusus untuk minyak cengkeh 500 ml dan tambahan baking soda 1 Kg sebagai emulsi pelarutan minyak cengkel ke dalam larutan.
7. Ciaran Kultur Nitrobacter 50 Liter
Bertindak sebagai pelarut organik biologis aktif untuk mengekstrak seluruh gugus metabolit sekunder di atas tanpa perlu pemanasan tinggi yang berisiko merusak struktur zat aktif alami (thermolabile).
![]() |
| Gambar 2. Proses Pembuatan Pestisida Nabati dari Nitrobacter |
Langkah Pembuatan Pestisida Nabati
Tahap1. Penghancuran bahan padat
Haluskan semua bahan organik (rimpang, bawang, daun-daunan) secara mekanis dengan cara diblender atau ditumbuk kasar.
Tahap 2. Tahap Maserasi
Campurkan seluruh bahan yang telah dihaluskan secara merata dengan 50 liter cairan nitrobacter ke dalam wadah drum.
Tahap 3. Jika Ingin Menambahkan Jadam Sulfur sebagai Fungsisida
Larutkan serbuk sulfur dan KOH dalam wadah terpisah yang tahan panas dengan air baku 4 liter secara bertahap, aduk dengan cepat hingga warnanya berubah menjadi kuning dan tercampur dengan sempurna.
Tahap 4. Penambahan Cairan Jadam Sulfur
Campurkan larutan sulfur dan KOH yang sudah tercampur dengan sempurna pada drum larutan pestisida nabati.
Tahap 5. Fase Inkubasi
Tutup wadah menggunakan kain karena nitrobakteri merupakan bakteri aerob, jangan ditutup rapat yang berisiko memicu kondisi anoksik (kebisuan oksigen ekstrem) yang dapat menurunkan viabilitas bakteri nitrobacter dan biarkan difermentasi selama 1 x 24 jam, dan pestisida nabati sudah dapat diaplikasikan. Hindarkan dari pancaran sinar matahari langsung.
Pengaplikasian Pestisida Nabati
- Metode Aplikasi: Spraying (penyemprotan kabut halus)
- Dosis Tangki Semprot: Gunakan dosis 250 ml cairan pesnab murni untuk dilarutkan dalam 16 liter air ( kapasitas 1 tangki semprot standar).
- Waktu Eksekusi: Penyemprotan pertama dimulai saat tanaman memasuki umur 10 HST (Hari Setekah Tanam) dan jika terdapat OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)
- Rentang Waktu Berkala: Dilakukan secara berkala dengan rentang waktu 5 - 10 hari sekali, tergantung intensitas serangan hama di lapangan.
Reference:
BAPELTAN. 2026. Pelatihan Agribisnis Petani Milenial. Bapeltan Suropadan Temanggung.



Komentar