SEJARAH PENEMUAN DRIP IRRIGATION SYSTEM/ SISTEM IRIGASI TETES
Salah satu solusi bijak petani dalam penggunaan sumber daya air.Drip irrigation atau irigasi tetes adalah sistem pengairan yang menggunakan metode pemberian air secara langsung melalui tetesan air ke tanaman dengan presisi yang sudah terukur dengan memanfaatkan debit air yang keluar dari pipa maupun selang yang digunakan.
Berdasarkan artikel dari BlueJay Irrigation, teknik irigasi tetes kuno bermula dari Tiongkok Kuno, dalam penjelasan Fan Sheng-Chih Shu Drip, yang mencatat penggunaan pot tanah liat yang dikubur dalam tanah dan diisi dengan air (Ollas) sejak tahun 100 SM.
Metode primitif ini menyuplai air langsung ke akar secara bertahap seiring waktu, karena Ollas tidak dilapisi dengan glasir sehingga kelembapan dapat merembes perlahan ke dalam tanah. Gaya irigasi ini terbukti efektif dan mudah dalam penerapan dan perawatannya.
Gambar 2. Ollas
Meskipun metode ini tidak memiliki unsur teknik modern seperti katup, pipa, atau selang dengan sistem yang rumit, teknik ini tetap menjadi cara cerdas untuk memberikan air secara langsung ke dalam akar tanaman. Tanah liat tanpa glasir ini juga digunakan di afghanistan pada akhir abad ke-19 dalam rangkaian eksperimen inovasi pipa irigasi tetes.
Penemuan sistem irigasi tetes modern bermula tahun 1860 oleh peneliti Jerman melalui eksperimen pipa tanah liat yang diletakkan tepat dibawah permukaan tanah. Para peneliti menggunakan pipa tanah liat ini untuk menciptakan sistem pengairan yang unik dengan menggabungkan irigasi tetes dan drainase. Pengembangan penelitian ini akhirnya membuahkan hasil dengan penciptaan sistem pipa berlubang yang digunakan pada tahun 1920-an. Beberapa dekade Simcha Blass dan Yeshayahu menciptakan sebuah inovasi sistem irigasi tetes modern seperti saat ini.
Gambar 3. Product Netafim
Penemuan inovasi ini dimulai dengan mengembangkan dan melakukan eksperimen penggunaan emitor plastik dalam irigasi tetes. Terdapat kelemahan yang ditemukan pada penggunaan lubang kecil sepanjang saluran irigasi plastik yaitu mudahnya partikel-partikel masuk sehingga menyebabkan tersumbatnya lubang pipa dan mencegah air mengalir ke tanah. Tahun 1964, Blass bermitra dengan Kibbutz Hatzerim mendirikan perusahaan Netafim yang menciptakan emitor irigasi tetes permukaan pertama yang praktis digunakan. Saat ini irigasi tetes dianggap sebagai salah satu inovasi yang memiliki nilai tinggi sejak 1930-an, ketika sprinkle berdampak pertama kali diperkenalkan.
Referensi:
Agivi. Drip Irrigation:Full Guide. Diakses pada 19 Desember 2024: agrivi.com
Blue Jay Irrigation. A Brief History of Drip Irrigation. Diakses pada 19 Desember 2024: bluejayirrigation.com
Sunset. Save Water: Use an Olla. Diakses pada 19 Desember 2024: sunset.com
.png)


Komentar