Panchagavya: Dari Kandang Ke Ladang, Warisan Pupuk Organik India

Panchagavya: Dari Kandang Ke Ladang, Warisan Pupuk Organik India

Panchagavya adalah produk alternatif organik yang terbuat dari lima produk sapi (susu, curd/yogurt/dadih, ghee (minyak sapi), kotoran (dung), urin) dan campuran bahan pendukung (gula/jaggery/molase, kelapa muda, pisang matang, air tebu, ragi)  untuk menjadi biostimultan/biomanure yang memiliki potensi untuk menambah nutrisi, hormon pertumbuhan, perbaikan kesuburan tanah, dan dapat menurunkan ketergantungan pada pupuk/pestisida kimia. Panchagavya berasal dari bahasa sansekerta, Pancha artinya lima dan Gavya artinya produk sapi. Ramuan ini merupakan produk dari negara India dan populer di Tamil Nadu dan Kerala dan telah digunakan selama ribuan tahun dalam praktik pertanian tradisional di India. Panchagavya dianggap suci dan memiliki makna spiritual dalam budaya Hindu karena diyakini berasal dari sapi yang dianggap hewan suci.

Pembuatan Ramuan Panchagavya

Bahan:

  • Kotoran Sapi (dung) 5kg
  • Ghee 1kg
  • Urine Sapi 3L
  • Air (pada tahap awal) 3L
  • Susu Sapi 2L
  • Curd (Yogurt)/ Dadih 2L
  • Molase/Jaggery (Gula Aren) 1Kg dilarutkan dalam 3L air
  • Air Kelapa Muda 3L
  • Pisang Matang 12 buah
  • Jus Tebu 3L
  • Ragi (optional untuk mempercepat) 100g

Note: Jus tebu/ air kelapa berfungsi untuk mempercepat fermentasi dan meminimalisir bau.

Langkah Pembuatan Panchagavya

Hari 0 - Persiapan Awal
Siapkan wadah deum atau gentong tanah liat dan masukkan 5kg kotoran sapi + 1kg ghee. Tutup menggunakan kain untuk membantu sirkulasi udara dan biarkan selama 3 hari (pada fase ini adanya proses aerasi secara minim).

Hari 4 - Penambahan Urin & Air, Pengadukan Fase I
Tambahkan 3L urin sapi + 3L air dan aduk 2X sehari (pagi dan sore) selama 12 hari (hari 4-15). Fungsi pengadukan untuk langkah homogenisasi dan menjaga keseimbangan proses fermentasi.

Hari 16 - Penambahan Bahan Fermentasi (Fase II)
Tambahkan 2L susu + 2L curd + 1 kg molase (yang dilarutkan dalam 3L air) + 3L air kelapa + 12 pisang matang + 100g ragi (jika ingin prosesnya lebih cepat dan mengurangi bau). Aduk 2x sehari selama 15 hari (hari 16-30)

Hari 30 - Panen
Total waktu fermentasi kurang lebih 30 hari dan siap untuk digunakan. Filter/saring ramuan panchagavya dan simpan dalam wadah yang tertutup. Cairan dapat digunakan secara langsung ketanaman dengan dosis tertentu.

Pengaplikasian Panchagavya ke Tanaman

1. Teknik Semprot Foliar, 3% (3L panchagavya/ 100L air). Penggunaan sprayer 10L (0.03 x 10 = 0.3L) membutuhkan 300mL panchagavya per tangki.

2. Seedling Treatment, rendam benih dalam larutan 3% selama 20 menit dan untuk varietas rhizome (jahe, kunyit, tebu) selama 30 menit sebelum tanam.

3. Sistem Irigasi/ Fertigasi (Flow/Drip), pengaplikasian sistem pengairan pada dosis 48-52L/ha per kali aplikasi (sesuaikan dengan volume air irigasi).

4. Frekuensi Aplikasi:
  • Pra-bunga: 1x/ 15 hari
  • Fase bunga/ pembentukan polong/buah: 1x/ 8-10 hari
  • Fase buah/ panen: 1x pengaplikasian disesuaikan kebutuhan kultur tanaman.

Note: praktik aplikasi yang aman & efektif dilakukan pada pagi atau sore hari (hindari terik matahari), jangan lakukan pada saat hujan.

Manfaat dan Kelebihan Ramuan Panchagavya

1. Penyedia nutrisi seimbang, mengandung makro, mikronutrien dan gula pereduksi yang dapat membantu mikroba mendapatkan energi dalam membantu penyuburan tanah.

2. Stimulasi pertumbuhan, kandungan kaya akan hormon tumbuh Indole Acetic Acid (IAA) dan Gibberellic Acid (GA) dan enzim yang dapat mendorong pertumbuhan vegetatif, memperkuat akar dan pempercepat pembelahan sel.

3. Pengendalian hama/penyakit alami, menghasilkan senyawa organik dan metabolit mikroba (asam organik, H₂O₂, antibiotik mikroba) membantu menekan beberapa patogen dan meningkatkan imun tanaman.

4. Peningkatan kesuburan tanah, peningkatan populasi mikroba dapat membantu peningkatan agregat tanah, porositas dan supply bahan organik lebih tinggi sehingga sirkulasi nutrisi lebih baik.

5. Peningkatan kualitas produksi tanaman, banyak penelitian yang menyatakan hasil panennya bisa setara atau lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia.

6. Keuntungan lingkungan dan ekonomi, mengurangi polusi tanah dan air karena menggunakan bahan organik. biaya pembuatan panchagavya relatif murah bagi yang memiliki peternakan sapi dan cocok untuk pertanian organik skala kecil.

Kekurangan Panchagavya

1. Kurangnya standardisasi dan kontrol kualitas pada kandungan disetiap daerah yang membuat cairan panchagavya di negara India.

2. Waktu pembuatan lama, jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia terhitung lebih lama karena membutuhkan waktu 30 hari untuk memproduksi biofertilizer Panchagavya.

3. Ketersediaan bahan tidak menentu, kesulitan dalam pemenuhan bahan pembuatan jika diproduksi didaerah urban atau non-peternakan.

4. Masalah penyimpanan & shelf-life, belum adanya ketentuan dalam lamanya penyimpanan produk sebelum kualitasnya menurun karena tidak adanya standar penyimpanan yang baku.

Efek pada Tanaman

1. Tanaman Tertentu

  • Padi: peningkatan anakan (tillering), mengurangi gabah hampa, bobot gabah naik 20%, 15 hari panen lebih cepat.
  • Mangga: induksi bunga lebih banyak & teratur, kualitas arima & rasa meningkat, lamanya umur simpan buah +12 hari.
  • Jambu biji: Total Soluble Solids (TSS) lebih tinggi, umur simpan +5 hari.
  • Pisang: buah lebih seragam, panen lebih cepat 1 bulan, tandan bagian atas dan bawah seragam besar.
  • Kunyit: hasil panen naik 22%, rimpang lebih panjang, kurkumin lebih tinggi, harga jual lebih premium.

2. Bagian Tanaman

  • Daun: lebih lebar, kanopi lebih rapat, fotosintesis maksimal
  • Batang: percabangan lebuh banyak dan kuat.
  • Akar: lebih rapat dan dalam yang menguntungkan tanaman untuk menyerap air/nutrisi lebih efisien.
  • Hasil: panen lebih awal 15 sekitar 15 hari, kualitas rasa lebih baik, umur simpan produk lebih lama.

Reference:

Rawal, Janak Singh., Joshi, Ganesh Raj., Gurung, Lalendra & RC, Puspa. (2024). Application of Panchagavya in Agriculture: Practices and Benefits. i TECH MAG. Vol, 6 : 57-62. DOI: http://doi.org/10.26480/itechmag.06.2024.57.62

Sharma, Madhav. (2020). Panchagavya as Biofertilizer in Organoc Farming. Just Agriculture. Vol, 1 (1): 187-192.


Komentar