DEFISIENSI NUTRISI TANAMAN: GEJALA VISUAL KEKURANGAN NUTRISI PADA DAUN TANAMAN
Gejala kekurangan nutrisi dapat dikenali melalui deteksi perubahan pada warna atau distorsi pada daun dan batang. Sebelum melakukan deteksi dan analisis pada defisiensi nutrisi tanaman, terdapat beberapa hal yang harus dipastikan terlebih dahulu:
1. Deteksi ada atau tidaknya serangan dari serangga atau penyakit
2. Periksa kondisi tanah, apabila tanah terlalu basah dan drainasenya buruk atau porositas tanah terlalu padat akan berdampak pada kondisi akar yang kurang baik. Kondisi ini dapat menyebabkan warna dedaunan dan tanaman kerdil.
3. Intensitas suhu yang ekstrem dapat memperlambat pertumbuhan tanaman dan memengaruhi pembungaan dan pembuahan.
4. Pemberian pupuk yang berlebih mengakibatkan tingginya salinitas tanah karena garam yang terlarut terakumulasi dan menyebabkan tanaman terlihat gosong atau layu bahkan saat tanah basah.
Apa Saja Kebutuhan Nutrisi Tanaman?
Tanaman membutuhkan makanan berupa nutrisi yang terlarut dalam tanah atau media lain. Makanan tanaman terdiri dari dua jenis yaitu makronutrient dan micronutrient.
1. Macronutrient adalah makanan pokok tanaman yang dibutuhkan dalam jumlah besar untuk proses pertumbuhan. Macronutrient tanaman terdiri dari nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), belerang (S), klorida (Cl) dan magnesium (Mg).
2. Micronutrient adalah makanan pelengkap atau sebagai suplement tanaman yang sama pentingnya untuk pertumbuhan tanaman tetapi diperlukan dalam jumlah yang jauh lebih sedikit. Micronutrient tanaman terdiri dari boron (Br), tembaga (Cu), zat besi (Fe), mangan (Mn), molibdenum (Mo) dan seng (Zn).
Proses penyerapan nutrisi ke dalam tanaman diserap melalui akar. Nutrisi yang dapat diserap oleh akar berbentuk ion dan dibantu oleh air untuk pemindahan dari tanah ke akar tanaman. Selain adanya air, syarat yang harus dipenuhi adalah ukuran pH tanah. Kondisi tanah dengan pH yang terlalu asam atau basa menyebabkan gangguan dalam penyerapan ion nutrisi karena dengan pH yang ekstrem dapat membentuk suatu senyawa atau pengendapan sehingga tidak dapat diserap oleh akar.
Gejala Defisiensi Nutrisi Tanaman
Diagnosis gejala kekurangan nutrisi pada tanaman dapat dilakukan dengan indikator nutrisi yang bergerak (mobile nutrients) dan nutrisi yang tidak bergerak (immobile nutrients). Mobile nutrients terjadi pada bagian bawah (daun tua) sedangkan immobile nutrients terjadi pada bagian atas (daun muda) dan tunas. Berdasarkan letak gejalanya terdapat tiga pembagian bagian pada tanaman yaitu:
Pada tunas terminal (ujung): Kalsium (Ca) dan Boron (B)
Pada daun muda: Tembaga (Cu), Belerang (S), Zat Besi (Fe) dan Mangan (Mn)
Pada daun tua: Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Magnesium (Mg), Seng (Zn) dan Molibdenum (Mo).
Lebih jelasnya lihat visualisasi gejala defisiensi nutrisi tanaman pada flowchart berikut:
Mobile Nutrients : N, P, K, Cl, Mg, Mo
Ringkasan Gejala Defisiensi Nutrisi Tanaman
Identifikasi gejala pada perubahan daun dari masing-masing defisiensi nutrisi, sebagai berikut:
Tabel. Ringkasan Gejala Defisiensi Nutrisi pada Tanaman
Reference:
Montana State University Extention. (n.d). "Nutrient Deficiencies - MSU Extension Soil Fertility. https://landresources.montana.edu/soilfertility/nutrientdeficiency.html



Komentar